Kalau kamu sering berkecimpung di dunia logistik, ekspor-impor, atau bahkan sekadar belanja barang dari luar negeri, pasti sudah tidak asing dengan istilah ETA dan ETD. Meski kedengarannya mirip, ETA dan ETD punya arti dan fungsi yang berbeda dalam proses pengiriman barang.
Sayangnya, masih banyak yang keliru memahami keduanya, padahal informasi ini sangat penting untuk mengatur jadwal, stok barang, hingga kepuasan pelanggan.
Nah, di artikel ini, kami akan membahas secara lengkap perbedaan ETA dan ETD dalam pengiriman barang. Yuk, simak sampai selesai!

Apa Itu ETA?
ETA adalah singkatan dari Estimated Time of Arrival, atau dalam bahasa Indonesia artinya perkiraan waktu kedatangan. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan kapan sebuah barang atau kendaraan (seperti kapal, truk, atau pesawat) diperkirakan tiba di lokasi tujuan.
Namun, perlu diingat ya, ini baru perkiraan. Artinya, tanggal ETA bisa berubah tergantung berbagai faktor seperti cuaca, kondisi lalu lintas pelabuhan, atau kendala teknis dalam perjalanan.
Apa Itu ETD?
Sementara itu, ETD adalah singkatan dari Estimated Time of Departure, atau artinya perkiraan waktu keberangkatan. ETD menunjukkan kapan barang akan mulai dikirim dari lokasi asal menuju lokasi tujuan.
Contohnya, kalau kamu melihat ETD 18 Juni 2025 di dokumen pengiriman, berarti barang tersebut diperkirakan akan diberangkatkan dari pelabuhan asal (misalnya Pelabuhan Shanghai) pada tanggal itu.
Sama seperti ETA, ETD juga bersifat estimasi. Bisa saja jadwal keberangkatan mengalami penundaan karena alasan operasional, dokumen belum lengkap, atau cuaca buruk.
Kenapa Penting Mengetahui ETA dan ETD?
Buat kamu yang menjalankan bisnis, informasi ETA dan ETD sangat krusial. Berikut beberapa alasannya:
Perencanaan Stok Barang
Dengan mengetahui ETA, kamu bisa memperkirakan kapan barang akan tersedia dan bisa dijual kembali. Ini sangat membantu untuk menghindari kehabisan stok di gudang.
Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain)
Informasi ETA dan ETD membuat kamu lebih mudah menyusun jadwal produksi, distribusi, hingga pemasaran produk.
Pelayanan Pelanggan
Dengan memberikan estimasi waktu pengiriman yang akurat ke pelanggan, kepercayaan mereka terhadap bisnis kamu bisa meningkat. Tak ada lagi komplain soal barang “belum sampai-sampai”.
Efisiensi Biaya
Menghindari penundaan bisa menghemat biaya tambahan seperti sewa gudang, denda keterlambatan, atau bahkan biaya rebooking kapal.
Tips Mengelola ETA dan ETD
Untuk kamu yang sering berurusan dengan pengiriman barang, berikut tips dari kami agar ETA dan ETD bisa kamu kelola lebih efektif:
-
Gunakan jasa pengiriman yang terpercaya
Pastikan kamu bekerja sama dengan jasa pengiriman cargo yang punya sistem pelacakan dan informasi jadwal yang akurat. -
Update secara berkala
Pantau terus update terbaru dari pihak ekspedisi. Jika ada perubahan ETA atau ETD, kamu bisa segera menyesuaikan rencana. -
Komunikasi yang jelas dengan semua pihak
Libatkan semua pihak yang terlibat (supplier, freight forwarder, hingga konsumen akhir) agar informasi tidak simpang siur.
Sekarang kamu sudah tahu bahwa ETA dan ETD adalah dua hal yang berbeda namun saling berkaitan dalam proses pengiriman barang. ETA fokus pada waktu kedatangan, sementara ETD menunjukkan waktu keberangkatan. Dengan memahami keduanya, kamu bisa lebih siap dan terorganisir dalam mengatur arus logistik.
Jadi, kalau lain kali kamu menerima dokumen pengiriman, jangan sampai salah baca ya! Pastikan kamu tahu mana ETA dan mana ETD, agar proses pengiriman bisa berjalan lancar dan tanpa hambatan.

